Review teori ahhh..Parotitis Epidemika a.k.a MUMPS a.k.a Gondongan..
Etiologi : Paramyxovirus A, RNA
Epidemiologi :
• Mudah menular melalui kontak langsung & droplet dari air liur atau sekresi lain pada nasofaring.
• Populasi padat, sekolah, asrama.
• Pada populasi endemik 85% kasus terjadi pada anak <15 style="color: rgb(255, 0, 0);">(SEGERA ISOLASI)
Diagnosa Banding:
• Adenopati dari tonsilofaringitis: telinga tidak terangkat oleh pembengkakan, inflamasi faring nyata
• Difteri berat / bullneck: Pembengkakan tidak nyeri. Inflamasi faring serta pseudomenbrane.
• Penyakit lain yang bergejala pembengkakan kelenjar parotid: Sarkoidosis, Lukemia, Sindrom Uveoparotitis (Mickulic)
• Salivary Calculus: batu membuntu saluran parotis, yang sering ductus submandibular.
• Tetanus karena trismusnya. Mudah dibedakan karena tidak ada kaku otot lain
Laborat (biasanya tidak perlu):
Karena diagnosis parotitis mudah dibuat, pesan laborat jarang perlu.
• Amylase serum meningkat walaupun tidak ada tanda pankreatitis
• CBC / DL: gambaran infeksi virus biasa
• Pleiositiosis mononuklear (limfosit) pada liquor spinalis (bisa asimptomatik)
Komplikasi Parotitis:
Meningitis: 10%, Nyeri kepala, meningismus, febris, mual/muntah, kasus ringan
Enkefalitis: 5:1000, 3 – 5X ♂ , Gejala & hasil liquor spinalis seperti enkefalo-meningitis virus lain (ringan)
Orkitis: Mulai 1 minggu setelah parotitis. 20 – 30% anak lelaki postpuber, mendadak dengan nyeri & mual/muntah. Biasanya unilateral, nyeri, erithema & bengkak pada testis kemudian atropi pada 35%.
Pada kasus E-O unilateral, jarang terjadi sterilitas. Penting diberitahu kepada pasien.
Keguguran/abortus spontan: Infeksi pada trimester pertama dapat menyebab abortus spontan pada 27% kasus.
Pankreatitis: 1:30 Biasanya pada remaja & dewasa, nyeri epigastrum, Febris lagi, mual/muntah
Tuli Unilateral: Jarang (Ada yang melapor sampai 6%,) mulai dengan tinitus, ataxia & mual/muntah.
Miokarditis (13% kasus dewasa: ST depresi di EKG)
Mastitis, Nefritis, Arthritis, Thyroditis, Dacrio-adenitis, Neuritis Optica
Diagnosis:
Diagnosis mudah ditegakkan bila pada pemeriksaan fisik jelas, bila gejala tidak jelas, diagnosis berdasarkan atas:
1. Terdapatnya virus dalam saliva, urin, cairan cerebrospinal, atau darah
2. Serum neutralization test
3. Kenaikan titer yang bermakna dari complement fixing antibody selama masa penyembuhan
4. Didapatkan antibodi dalam serum terhadap antigen S selama gejala parotitis epidemika ada
Pengobatan:
• Simptomatis, ibuprofen, paracetamol untuk nyeri dan febris. (Jangan memberi Kortikosteriod untuk edemanya!)
• Istirahat sesuai keingingan pasien
• Boleh kompres pembengkakan dengan hangat atau dingin (sesuai keinginan pasien, bukan ibunya!)
• Diet sesuai selera: Ingatlah makan/minum yang asam akan menambah
nyeri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment